ID EGO SUPEREGO

Nama: Luthfiyati Salsabila

NPM: 17519029

Kelas: 1PA07

Hallo semua pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Id, Ego, dan Superego. Juga perbedaan antara Superego dan Hati nurani
Silakan membaca..
ID
Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. ID didasar oleh kesenangan, untuk memenuhi kepuasan dari semua keinginan dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya adalah kecemasan atau ketegangan.
Contohnya ketika masih bayi saat buang air besar atau kecil popoknya akan basah dan muncul perasaan tidak nyaman, perasaan tidak nyaman tersebut akan keluar dalam bentuk menangis. Sang bayi akan terus menangis hingga popoknya tidak lagi basah dan perasaan tidak nyaman tersebut akan hilang dengan sendirinya. Sama halnya dengan orang dewasa ketika memiliki keinginan mereka akan berusaha sampai id tersebut terpenuhi.

EGO
Ego adalah fungsi kedua manusia, yang sifatnya realistis dan eksekutif (yang melakukan aksi). Tujuan utamanya adalah mencari cara yang realistis untuk memenuhi tuntutan id (reality principle). Ego berada di alam sadar manusia. Aspek ego merupakan aspek psikologis yang timbul karena organisme. Aspek ini timbul untuk berhubungan secara baik dengan dunia nyata. Ego adalah segi kepribadian yang harus tunduk pada id sebagai pemuas kebutuhan dan pereda ketegangan.
Ego di kuasai oleh “prinsip realitas”,kata Freud,sebagaimana tampak dalam pemikiran yang objektif,yang sesuai dengan tuntutan-tuntutan sosial,yang bersifat rasional dan mengungkapkan diri melalui bahasa. Ego juga mengontrol apa yang mau masuk kesadaran dan apa yang akan dikerjakan. Akhirnya ego menjamin kesatuan kepribadian atau dengan kata lain mengadakan sintesis psikis.
Aktivitas ego bisa sadar,prasadar,maupun tak sadar. Tetapi untuk sebagian ego bersifat sadar.
Contohnya: melihat pohon disitu, merasah sedih, merasa senang. Sedangkan aktivitas prasadar contohnya: saya mengingat kembali nama yang tadinya saya lupa. Dan yang bersifat tak sadar contohnya,orang yang dalam hati kecilnya sangat takut pada kenyataannya berlagak gagah berani.

SUPEREGO
Superego adalah sebuah pertimbangan akan suatu tindakan mencangkup gambaran kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanam oleh adat-istiadat, agama,  orangtua, dan lingkungan. Pada dasarnya Superego adalah hati nurani, jadi Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian, baik yang benar atau yang salah. Superrgo hadir dalam sadar, prasadar dam tidak sadar.
Id, Ego dan Superego saling mempengaruhi satu sama lain, ego bersama dengan superego mengatur dan mengarahkan pemenuhan id dengan berdasarkan aturan-aturan yang benar dalam masyarakat, agama dan perilaku yang baik atau buruk.
Menurut Sigmund Freud, kunci kepribadian yang sehat adalah keseimbangan antara Id, Ego dan Superego.
Fungsi superego adalah untuk mengendalikan impuls id, terutama yang dilarang oleh masyarakat, seperti seks dan agresi. Ia juga memiliki fungsi untuk membujuk ego untuk beralih ke tujuan-tujuan moralistik daripada tujuan yang realistis dan berjuang untuk kesempurnaan.
Contoh sederhananya, bayangkan seorang individu dibisiki oleh setan dan malaikat yang sedang berdebat. Setannya adalah id, malaikatnya adalah superego, dan individunya adalah ego.
Walaupun diatas saya mengibaratkan id itu setan, bukan berarti id itu jahat ya. Ketiga fungsi ini semuanya dibutuhkan, dan seseorang hanya akan bisa sehat secara psikologis ketika ketiga fungsi ini seimbang. Misalnya, ketika seseorang superegonya terlalu kuat dan idnya sangat dikekang, ia akan merasa hidupnya hampa dan kering. Karena selain tempatnya nafsu kebinatangan, id juga sumber dari energi kehidupan dan kreativitas dalam diri manusia. Sebaliknya, jika idnya terlalu dituruti seseorang akan menjadi antisosial atau kriminal. Atau ketika id dan superego kuat namun egonya lemah, seseorang bisa menjadi skizophrenik alias gangguan jiwa yang dikenal awam sebagai gila.

HATI NURANI DAN SUPEREGO
Superego: adalah sebuah pertimbangan akan suatu tindakan yang di dasari kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanam oleh adat-istiadat, agama,  orangtua, dan lingkungan.
·         Superego hanya menekan atau mengerem, tanpa mempedulikan tepat tidaaknya hal itu dari segi tanggung jawab
·         Konteks superego psikoanalitis
·         Aktivitas superego bisa tidak sadar
Hati nurani: adalah kemampuan psikologis yang dengannya individu menjadi sadar dan merespon dai indakan seseorang.
·         Hati nurani menyngkut unsur pengertan secara objektif dan tanggung jawab
·         Konteks hati nurani Etis
·         Taraf sesadaran merupakan syaat hai nurani

Hati Nurani dibagi menjadi dua:

1.                   Hati nurani retrospektif
Hati nurani retrospektif adalah bagaimana seseorang menilai perbuatan-perbuatan yang telah dilakukannya di masa lampau,  semacam menghakimi diri sendiri. Bila ia berbuat kesalahan maka ia memiliki rasa penyesalan dan menyalahkan dirinya. Contohnya, setelah kamu berbohong kepada orang tua. Pasti akan muncul perasaan menyesal karena kamu tidak jujur, walaupun sebenarnya hati nuranimu sudah memerintahkan untuk berkata apa adanya.
2.                   Hati nurani prospektif
Hati nurani prospektif adalah bagaimana seseorang menilai perbuataanya di masa depan atau yang sedang dilalui saat ini. Biasanya ditandai dengan munculnnya penolakan-penolakan dalam diri. Contohnya, ketika seorang hakim mendapat suap untuk kasusnya, maka hati nuraniya pasti cenderung menolak.
Sepertinya halnya budi pekerti, hati nurani juga perlu pendidikan sebab hati berperan sebagai pemandu kehidupan. Bila seseorang diajarkan tentang akhlak dan moral yang benar (sesuai syariat agama) sedari kecil, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi santun sesuai nuraninya. Meski demikian, belum tentu bisikan hati itu selalu baik. Adakalanya seseorang memiliki isi hati kotor sehingga membuat hidupnya tidak tenang.
Hati nuani dan superego tidak bisa disamakan,karena kedua paham dipakai sangat berbeda. Hati nurani dipakai dalam konteks etis,sedangkan superego berperan dalam konteks psikoanalisis.
Dalam dua hal itu kerangka acuannya sangat berbeda. Alasan lain yang menggagalkan setiap usaha untuk menyetarakan hati nurani dan supperego ialah bahwa aktivitas superego bisa tak sadar, pada tahap superego baik sumber rasa bersalah maupun rasa bersalah itu sendiri bisa tetap tidak disadari. Sedangkan dalam konteks etis,hati nurani tentu hanya bisa berfungsi pada taraf sadar. Peranan hati nurani dalam hidup etis justru mengandaikan bahwa orang yang bersangkutan menyadari rasa bersalah dan ia tahu juga apa sebabnya ia merasa bersalah. Taraf sadar merupakan prasyarat supaya hati nurani dapat berfungsi dengan baik,karena selama tidak di sadari tidak mungkin ia menjadi penuntun dan penyuluh di bidang moral. Alasan ketiga adalah bahwa cakupan superego lebih luas dari pada hati nurani.
Hubungan hati nurani dan superego dapat dikatakan sebagai berikut. Sebaiknya superego dimengerti sebagai dasar psikologis bagi fenomena etis yang kita sebut “hati nurani” atau lebih tepat kita katakan,sebagai dasar psikologis antara lain bagi fungsi hati nurani yang etis.    

Fenomena Hati Nurani:
Contoh, Hazel mencuribarang milik Charaty. Lalu Hazel di hantui oleh perasaan bersalah dari Hati nuraninya, Hazel terus merasa bersalah karena telah mencuri barang milik Charaty, ia juga di beri bayang-bayang tentang hukuman yang akan ia dapatkan dari moral agamanya, dengan mengingat kata-kata ibunya saat ia kecil bahwa mencuri adalah perbuatan tercela dan adalah sebuah dosa besar. Selain itu hati nuraninya juga terus mencelanya dengan mengatakan pada dirina sendiri jika dia adalah seorang pencuri.  Hati nurani retrospektif bertindak dalam bentuk menghukum, menuduh atau mencela (apabila berbuat jahat), juga memuji (apabila dirinya berbuat baik). Yang kedua melihat ke masa depan dan menilai perbuatan-perbuatan yang akan dilakukan. Bentuknya adalah mengajak atau mengatakan jangan.
Analisis Fenomena:
Kasus diatas di kategorikan sebagai Hati Nurani Retrospektif karena sebelumnya Hazel sudah mengetahui apa yang akan terjadi apabila ia melakukan tindakan mencurinya tersebut. Hazel juga terus menghakimi diri sendiri. Dan memiliki rasa penyesalan dan menyalahkan dirinya. Seperti yang telah di sebutkan di penjelasan Hati Nurani Retropektif bahwa bagaimana seseorang menilai perbuataanya di masa depan atau yang sedang dilalui saat ini. Biasanya ditandai dengan munculnnya penolakan-penolakan dalam diri.

Sekian pembahasan kali ini saya berharap bermanfaat bagi kita semua, semoga kita bisa lebih baik lagi menyikapi masalah-masalah yang timbul di dalam kehidupan kita dan dapat menyikapinya dengan baik. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata atau hal yang tak berkenan di hati, Wasalammualaikum warah matullahi wabarokatu.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelanggaran Profesionalisme